AripTeguhSuharto_Riview_Kelompok3_Tugas Mandiri 05_Peer-to-Peer Business Plan Review & Feedback

 Nama; AripTeguhSuharto

AE-04


1.     KELENGKAPAN DAN STRUKTUR

Aspek

Skala

Komentar dan Saran

1. Kelengkapan Komponen: Apakah semua bab (Pendahuluan, Analisis Pasar, Operasional, Keuangan, Penutup) ada?

4

Secara umum, laporan telah menyajikan komponen utama yang diperlukan dalam sebuah business plan, yaitu pendahuluan, analisis pasar dan peluang bisnis, strategi operasional, serta penutup berupa kesimpulan dan saran. Struktur isi sudah cukup runtut dan relevan dengan topik usaha yang dikembangkan.

 

Namun demikian, terdapat beberapa bagian penting yang masih belum lengkap, yaitu:

  •   Bab Keuangan belum disajikan secara komprehensif dan tidak mencantumkan proyeksi keuangan, analisis modal, maupun perhitungan kelayakan usaha.
  •  Daftar pustaka atau referensi ilmiah belum dicantumkan sama sekali, sehingga argumen dalam laporan terlihat belum kuat secara akademik.
  •  Lampiran pendukung seperti tabel Business Model Canvas, SOP operasional, atau dokumentasi survei pasar belum dilampirkan secara sistematis.

 

Dengan penyempurnaan pada bagian keuangan dan penambahan referensi ilmiah, struktur laporan akan lebih memenuhi standar akademik karya tulis bisnis.

2. Alur Logika: Apakah alur antar bab lancar dan saling mendukung?

4

Alur logika antar bab dalam laporan tersusun cukup baik dan runtut, dimulai dari identifikasi masalah pada bagian pendahuluan, dilanjutkan dengan pemaparan metodologi dan hasil analisis, hingga penyusunan rencana bisnis. Hubungan antara masalah utama dan solusi bisnis yang ditawarkan dapat dipahami dengan jelas. Namun, transisi antar bab masih dapat ditingkatkan dengan memperkuat keterkaitan argumentasi, misalnya dengan menambahkan kalimat penghubung yang menjelaskan bagaimana temuan analisis pasar mendukung bentuk strategi pemasaran dan operasional yang dipilih. Selain itu, beberapa bagian seperti analisis risiko dan pengembangan ide belum sepenuhnya merujuk kembali kepada masalah utama yang diidentifikasi pada bab pendahuluan. Penyempurnaan hubungan antar bab akan meningkatkan koherensi akademik dan memperkuat kekuatan argumentatif laporan secara keseluruhan.

 

2.     ANALISIS PASAR & STRATEGI PEMASARAN

Aspek

Skala

Komentar dan Saran

3. Analisis Pasar & Pesaing: Apakah target pasar dijelaskan dengan spesifik? Apakah analisis pesaing mendalam dan USP unggulan jelas?**

3

Analisis pasar yang disajikan dalam laporan cukup menggambarkan adanya peluang bisnis di sektor jual beli motor bekas melalui observasi lingkungan dan tren kebutuhan konsumen. Namun, target pasar yang dijelaskan masih bersifat umum dan belum memuat segmentasi pasar secara spesifik berdasarkan demografi, geografis, psikografis, serta perilaku konsumen (market segmentation). Tidak ditemukan pula analisis mengenai buyer persona yang mencerminkan karakteristik calon pelanggan utama.

 

Sementara itu, analisis pesaing hanya menyebutkan beberapa platform kompetitor seperti OLX, Moladin, dan Facebook Marketplace, tanpa disertai kajian perbandingan strategis menggunakan alat analisis seperti Competitive Profiling Map atau Positioning Mapping. Selain itu, Unique Selling Proposition (USP) dari MotorLink.id memang disebutkan berupa layanan titip jual dan pengecekan motor (inspection system), namun belum dijelaskan secara mendalam mengapa USP tersebut unggul dibanding kompetitor, dan bagaimana keunggulan tersebut diturunkan dalam strategi pemasaran dan pelayanan.

 

Untuk meningkatkan kedalaman analisis, disarankan memasukkan:

  •        Segmentasi pasar (STP: Segmenting, Targeting, Positioning) yang terstruktur,
  •        Analisis pesaing berbasis matriks komparatif, dan
  •   Penguatan USP yang relevan dengan kebutuhan konsumen dan memiliki keunggulan kompetitif berkelanjutan (sustainable advantage).

4. Marketing Mix (7P): Apakah strategi 7P (terutama Produk, Harga, Promosi) telah dirinci dengan baik dan realistis?**

3

Strategi pemasaran dalam laporan telah mencakup beberapa elemen 7P seperti produk (layanan), promosi digital, dan saluran distribusi online, namun penyajiannya masih bersifat deskriptif dan belum dirinci secara sistematis sesuai kerangka Marketing Mix 7P (Product, Price, Place, Promotion, People, Process, Physical Evidence).

 

Dari aspek Product (layanan), konsep usaha telah dijelaskan sebagai platform jual beli motor bekas dengan layanan titip jual dan inspeksi kendaraan, namun belum dijelaskan atribut layanan secara detail seperti standar kualitas unit, garansi mesin, atau SOP pemeriksaan unit.

 

Pada aspek Price (Harga), laporan menyebut harga kompetitif berbasis pasar, namun tidak dilengkapi strategi penetapan harga (misal: cost-plus pricing, market-based pricing, atau penetration pricing) dan tidak ada simulasi struktur biaya versus margin.

 

Untuk Promotion, strategi yang diajukan cukup relevan dengan target pasar digital melalui penggunaan Facebook Ads dan Instagram. Namun, tidak terdapat rencana promosi yang terukur, misalnya target jangkauan, anggaran promosi (marketing budget), atau bauran promosi lain seperti referral, endorsement mekanik bengkel, atau event offline.

 

Elemen Place (Distribusi) hanya dijelaskan berupa pemasaran online dan showroom lokal, namun belum dilengkapi rencana jangkauan pasar. Sedangkan elemen People, Process, dan Physical Evidence belum dianalisis secara memadai.

 

Secara keseluruhan, strategi 7P belum dijabarkan secara rinci dan operasional. Perlu disusun ulang dalam bentuk tabel strategi pemasaran 7P agar lebih sistematis serta memuat rencana pelaksanaan dan indikator strategi pemasaran yang realistis dan terukur

 

3.     RENCANA OPERASIONAL

Aspek

Skala

Komentar dan Saran

5. Kelayakan Proses: Apakah proses bisnis inti digambarkan dengan jelas? Apakah kebutuhan sumber daya (peralatan, supplier) realistis?

4

Proses bisnis inti telah dijelaskan secara umum dan menunjukkan alur operasional yang cukup realistis untuk tahap awal bisnis skala UMKM, khususnya dalam layanan jual beli motor bekas dan sistem titip jual. Penyusunan tahapan operasional seperti pengadaan unit, inspeksi motor, pemasaran online, negosiasi transaksi, hingga serah terima kendaraan telah menggambarkan inti aktivitas bisnis secara ringkas dan dapat dipahami.

 

Kebutuhan sumber daya seperti modal awal, perangkat promosi digital, serta kerja sama dengan bengkel lokal untuk pengecekan kendaraan juga sudah diidentifikasi. Namun, proses operasional belum dituangkan dalam bentuk diagram alur (flowchart) atau SOP operasional, sehingga alur pelayanan belum sepenuhnya terstruktur. Selain itu, pembagian tugas sumber daya manusia masih minimal dan tidak mencantumkan estimasi kapasitas operasional (misalnya, jumlah unit yang mampu ditangani per bulan).

 

Pemilihan supplier dan mitra bisnis masih terbatas pada bengkel lokal tanpa rincian kriteria kualitas atau kesepakatan kerja sama tertulis. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pada aspek:

  •  Standard Operating Procedure (SOP) untuk memastikan konsistensi operasional,
  •        Flowchart proses bisnis agar sistem kerja dapat diaudit dan dievaluasi,
  •  Analisis kebutuhan sumber daya yang lebih rinci untuk mendukung pertumbuhan usaha (terutama untuk ekspansi layanan dan kualitas pelayanan).

4.     RENCANA KEUANGAN

Aspek

Skala

Komentar dan Saran

6. Asumsi & Proyeksi: Apakah asumsi keuangan (harga, jumlah customer, dll) dijelaskan dan masuk akal? Apakah proyeksi laba/rugi dan arus kas sudah lengkap?**

3

Bagian keuangan dalam laporan telah menyinggung kebutuhan modal awal dan sumber pendapatan utama melalui model bisnis jual beli motor bekas dan layanan titip jual. Namun, asumsi dasar keuangan belum dijelaskan secara sistematis dan terukur, seperti asumsi harga jual rata-rata per unit, estimasi jumlah konsumen per bulan, biaya operasional tetap dan variabel, serta margin keuntungan yang diharapkan.

 

Proyeksi keuangan yang idealnya mencakup laporan laba rugi sederhana, arus kas (cash flow), dan titik impas (Break Even Point) belum disajikan. Hal ini menyebabkan tingkat kelayakan usaha belum dapat dinilai secara finansial karena tidak adanya simulasi perhitungan pendapatan dan biaya dalam jangka waktu tertentu (3–12 bulan).

 

Selain itu, tidak ada penjelasan tentang asumsi pertumbuhan penjualan, strategi pengendalian biaya, ataupun skenario risiko finansial (best case vs worst case). Oleh karena itu, diperlukan:

  •     Penyusunan tabel asumsi keuangan yang jelas (kapasitas penjualan, biaya promosi, gaji admin, biaya bengkel, dll.),
  •        Proyeksi arus kas dan laba rugi yang realistis menggunakan parameter harga pasar,
  •        Analisis BEP dan ROI untuk menguatkan kelayakan bisnis secara kuantitatif.

 

Dengan melengkapi komponen ini, rencana keuangan akan lebih kredibel dan memenuhi standar dasar studi kelayakan usaha.

7. Analisis Titik Impas (BEP): Apakah perhitungan BEP sudah benar dan jelas?**

2

Laporan belum menyajikan analisis titik impas (Break Even Point) sehingga kelayakan usaha belum dapat diukur secara finansial. Perhitungan BEP sangat penting dalam studi kelayakan bisnis karena menjadi dasar untuk mengetahui berapa minimal penjualan yang harus dicapai agar usaha tidak mengalami kerugian. Selain itu, BEP juga membantu dalam menetapkan strategi harga, jumlah unit penjualan per bulan, dan target penjualan realistis.

 

Tidak terdapat informasi mengenai:

  •        Biaya tetap (fixed cost) seperti sewa tempat, gaji admin, biaya internet, dan listrik;
  •        Biaya variabel (variable cost) seperti biaya perbaikan unit per motor, biaya servis, dan biaya promosi per unit;
  •        Margin kontribusi per penjualan;
  •        Rumus atau tabel BEP dalam unit dan rupiah.

 

Untuk memperbaiki aspek ini, perlu dilakukan:

  •       Penyusunan daftar biaya tetap dan biaya variabel secara rinci,
  •        Perhitungan BEP unit (jumlah motor minimal yang harus terjual per bulan),
  •     Perhitungan BEP Rupiah untuk mengetahui target omzet minimal,
  •        Penyajian perhitungan dalam bentuk tabel agar mudah dianalisis dan dipertanggungjawabkan.

 

Tanpa perhitungan BEP, rencana keuangan bisnis belum dapat dinilai layak secara kuantitatif dan masih bersifat deskriptif.

 

5.     KESIMPULAN UMUM DAN SARAN UTAMA

Aspek

Komentar Konstruktif

Kekuatan Utama Business Plan:

Kekuatan Utama Business Plan:

  1.        Memiliki strategi pemasaran berbasis digital yang relevan dan aplikatif melalui pemanfaatan media sosial seperti Facebook Marketplace, Instagram, dan OLX, sehingga mampu menjangkau target pasar secara efektif.
  2.        Business plan menunjukkan pemahaman terhadap permasalahan pasar yang nyata dan menawarkan solusi yang logis melalui layanan titip jual dan sistem inspeksi kendaraan.
  3.        Terdapat analisis risiko yang cukup baik dan realistis, disertai langkah mitigasi, sehingga menunjukkan kesiapan menghadapi tantangan operasional usaha

Rekomendasi Perbaikan Paling Prioritas

Rekomendasi Perbaikan Paling Prioritas

      Perbaiki Asumsi dan Proyeksi Keuangan

  1. Menyusun ulang asumsi keuangan dengan lebih realistis dan terukur, termasuk estimasi jumlah unit motor yang dapat dijual per bulan, biaya operasional tetap/variabel, serta margin keuntungan. Business plan perlu dilengkapi tabel proyeksi arus kas, perhitungan Break Even Point (BEP), dan analisis kelayakan usaha agar layak secara finansial.       Perjelas Unique Selling Proposition (USP) dan Keunggulan Kompetitif
  2. USP seperti “layanan titip jual aman dan transparan” perlu diperkuat dengan indikator pembeda yang lebih spesifik, seperti sertifikasi pengecekan 25 titik mesin, jaminan keaslian surat kendaraan (STNK/BPKB), atau video pemeriksaan unit sebelum transaksi. Hal ini penting untuk meningkatkan kepercayaan pasar dan membedakan MotorLink.id dari kompetitor seperti OLX dan Moladin.
  3. Detailkan Rencana Implementasi Operasional Business plan memerlukan rencana aksi yang lebih terstruktur melalui penyusunan timeline implementasi (Gantt Chart) dan Standar Operasional Prosedur (SOP) mulai dari akuisisi unit, inspeksi, digital listing, negosiasi, hingga serah terima motor. Hal ini akan meningkatkan kredibilitas rencana bisnis dan menunjukkan kesiapan eksekusi.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kewirausahaan Adalah Mindset, Bukan Hanya Bisnis: Ini Penjelasannya

Tugas Terstruktur 06

Evaluasi Tugas Mandiri 4_Riview Tugas 01, 02, dan 03.