Tugas Mandiri 06
AripTeguhSuharto-AE 04
Analisis Strategi Kampanye Pemasaran Coca-Cola “Share a Coke”
Pendahuluan
Kampanye pemasaran “Share a Coke” dipilih sebagai objek analisis karena kampanye ini dianggap sebagai salah satu inovasi pemasaran global paling sukses dalam dekade terakhir. Kampanye ini berhasil mengubah pendekatan pemasaran tradisional—yang sebelumnya berpusat pada merek (brand-centric) menjadi pendekatan yang berpusat pada konsumen (consumer-centric) melalui strategi personalisasi produk.
Dalam konteks persaingan industri minuman ringan yang semakin ketat serta perubahan perilaku konsumen yang semakin menginginkan pengalaman personal, studi mengenai kampanye ini menjadi penting untuk dipelajari. “Share a Coke” tidak hanya meningkatkan penjualan, tetapi juga membuktikan bahwa konsumen dapat dilibatkan secara emosional melalui strategi sederhana: menuliskan nama mereka pada produk. Oleh karena itu, kampanye ini relevan sebagai contoh bagaimana perusahaan besar dapat memanfaatkan kreativitas, personalisasi, dan media digital untuk memperkuat hubungan dengan konsumen.
Analisis Kampanye Pemasaran
1.
Tujuan Kampanye
Kampanye
“Share a Coke” memiliki beberapa tujuan utama, yaitu:
· Meningkatkan
penjualan dan volume konsumsi di pasar yang mengalami
penurunan.
· Menghidupkan
kembali brand engagement, terutama di kalangan generasi muda.
· Mendorong
interaksi sosial, baik dalam bentuk pembelian untuk
diberikan kepada orang lain, maupun berbagi foto di media sosial.
· Memperkuat
citra merek sebagai bagian dari momen kebersamaan
dan interaksi sosial.
2.
Target Pasar
Target
utama kampanye ini adalah:
· Remaja
dan dewasa muda (Millennials dan Gen Z) yang aktif di media
sosial serta memiliki kecenderungan untuk berbagi momen personal.
· Konsumen
impulsif yang sering membeli produk karena faktor emosional
atau daya tarik visual.
· Pasangan,
keluarga, dan teman yang ingin memberikan produk dengan nama
tertentu sebagai hadiah simbolis.
3.
Pesan Utama (Key Message)
Pesan
utama kampanye adalah “Berbagi itu menyenangkan, dan Coca-Cola menjadi
bagian dari momen tersebut.” Personal branding melalui nama pada botol
menggambarkan bahwa setiap konsumen adalah bagian penting dari narasi besar
Coca-Cola. Pesan ini menekankan hubungan emosional, kebersamaan, dan rasa
kedekatan antar-individu.
4.
Media Promosi dan Strategi Pelaksanaan
Kampanye
ini menggunakan kombinasi strategi pemasaran offline dan online:
· Perubahan
kemasan fisik
Logo Coca-Cola diganti dengan nama-nama
populer, sehingga produk berfungsi sebagai media promosi langsung.
· Media
Sosial
Konsumen didorong untuk mengunggah foto
botol mereka menggunakan tagar kampanye. Strategi ini menciptakan user-generated
content (UGC) yang sangat besar secara global.
· Iklan
TV dan Digital
Coca-Cola meluncurkan iklan televisi,
video online, dan visual digital yang menjelaskan cara kerja kampanye dan
mendorong konsumen untuk “mencari nama mereka”.
· Event
dan Aktivasi Offline
Booth khusus disediakan untuk mencetak
nama sesuai keinginan konsumen. Hal ini meningkatkan interaksi langsung dan
pengalaman personal.
· Strategi
Word-of-Mouth
Keunikan botol mendorong penyebaran
organik di media sosial dan percakapan sehari-hari.
Evaluasi Efektivitas Kampanye
Berdasarkan data dan laporan keberhasilan kampanye,
dapat disimpulkan bahwa “Share a Coke” merupakan salah satu kampanye paling
efektif yang pernah diluncurkan Coca-Cola.
Beberapa indikator keberhasilannya antara lain:
1. Peningkatan
penjualan
Pada peluncuran pertamanya di Australia, penjualan meningkat signifikan
dibanding tahun sebelumnya. Kampanye kemudian diadopsi di lebih dari 70 negara
karena dampak positif tersebut.
2. Engagement
media sosial meningkat drastis
Jutaan foto botol dengan nama pribadi diunggah ke media sosial, menjadikannya
salah satu kampanye UGC terbesar pada masanya.
3. Peningkatan
brand love dan customer involvement
Konsumen menjadi aktif terlibat dalam mencari nama mereka, memberikan kepada
orang lain, bahkan mengoleksi botol tertentu.
4. Perluasan
segmen konsumen
Kampanye ini menarik perhatian konsumen muda yang sebelumnya mulai menjauhi
minuman bersoda.
Secara keseluruhan,
kampanye berhasil mencapai (bahkan melampaui) tujuan utamanya: meningkatkan
penjualan dan brand engagement secara global.
Kesimpulan dan Rekomendasi
a. Kesimpulan
Kampanye “Share a Coke” adalah contoh
nyata keberhasilan strategi pemasaran berbasis personalisasi dan keterlibatan
konsumen. Melalui kombinasi kemasan personal, aktivitas digital, dan integrasi
offline-online, Coca-Cola mampu meningkatkan penjualan, memperluas pasar, dan
memperkuat hubungan emosional dengan konsumen. Kampanye ini relevan sebagai
model strategi pemasaran modern yang mengutamakan pengalaman konsumen dan
kreativitas dalam komunikasi merek.
b. Rekomendasi
Untuk meningkatkan efektivitas
kampanye serupa di masa mendatang, beberapa saran yang dapat dipertimbangkan
adalah:
· Memperluas
bentuk personalisasi
Tidak hanya nama, tetapi juga pesan singkat, emoji, atau desain khusus untuk
kelompok tertentu (keluarga, komunitas, mahasiswa, dll.).
· Mengintegrasikan
teknologi digital lebih dalam
Misalnya melalui AR filter, pemindaian QR untuk membuat konten personal, atau
fitur berbagi cerita dalam aplikasi.
· Melakukan
pembaruan berkala
Karena efek personalisasi bisa menurun, Coca-Cola perlu terus memperbarui nama,
tema musiman, atau kolaborasi dengan figur publik.
· Menambahkan
pesan keberlanjutan
Di tengah meningkatnya isu lingkungan, kampanye bisa dipadukan dengan edukasi
daur ulang untuk menjaga citra positif perusahaan.
Daftar Pustaka
Coca-Cola Company. (2014). Share a Coke campaign
overview (Press release). The Coca-Cola Company.
Coca-Cola Company. (2025). Iconic “Share a Coke”
returns for a new generation (Corporate announcement). The Coca-Cola
Company.
Coca-Cola Company. (2015). Annual report and
marketing performance summary. The Coca-Cola Company.
Marketing Dive. (2025). Coca-Cola refreshes ‘Share
a Coke’ campaign to reach Gen Z with digital activation. Marketing Dive.
The Coca-Cola Company. (2016). Global marketing
case study: Share a Coke campaign results. Coca-Cola Insights &
Analytics Division.
Warc. (2017). Case study: Coca-Cola –
Personalisation and consumer engagement through Share a Coke. Warc Best
Practice.
Australian Marketing Institute. (2013). Share a
Coke: Campaign effectiveness report. AMI Publication.
Komentar
Posting Komentar