Tugas Tersetruktur 14
NAMA: AripTeguhSuharto
Kode Bisnis: AE-004
NIM: 41322010021
Rencana
Scale-Up Bisnis
Studi
Kasus: UMKM Kopi “Kopi Nusantara”
1.1
Analisis Kesiapan (Audit Pertumbuhan)
1. Profil
Bisnis
Kopi
Nusantara adalah UMKM yang bergerak di bidang produksi dan penjualan kopi
roasted bean dan minuman kopi siap saji. Usaha ini berdiri sejak tahun 2022 dan
berlokasi di Jakarta. Target pasar utama adalah konsumen usia 20–40 tahun,
pekerja urban, dan pecinta kopi lokal kelas menengah.
Berdasarkan
Model Churchill & Lewis, Kopi Nusantara berada pada tahap Success–Growth,
ditandai dengan:
- Produk yang sudah stabil dan
terstandarisasi
- Pelanggan rutin (offline dan online)
- Arus kas positif dan mulai melakukan
reinvestasi
2. Bukti
Product-Market Fit
Product-Market
Fit ditunjukkan melalui beberapa indikator berikut:
- Rata-rata penjualan 1.200 cup/bulan
dengan pertumbuhan 10–15% per bulan
- Pelanggan repeat order mencapai ±60%
- Rating toko online 4,7/5 dengan
ulasan positif terkait rasa dan harga
- Adanya permintaan reseller dari luar
kota
Data
tersebut menunjukkan bahwa produk Kopi Nusantara telah diterima dengan baik
oleh pasar.
3. Bottleneck
Analysis
Hambatan
utama dalam pertumbuhan bisnis meliputi:
- Kapasitas produksi terbatas karena
masih mengandalkan mesin roasting skala kecil
- Proses pencatatan penjualan dan stok
masih manual
- Kurangnya tenaga pemasaran digital
untuk menjangkau pasar yang lebih luas
1.2
Strategi Scale-Up Operasional
1. Standardisasi
& Otomatisasi
Untuk
mendukung pertumbuhan eksponensial, langkah yang akan dilakukan adalah:
- Menyusun SOP produksi, pengemasan,
dan layanan pelanggan
- Mengadopsi sistem POS & Inventory
Management untuk pencatatan penjualan dan stok
- Menggunakan CRM sederhana untuk
mengelola data pelanggan dan program loyalitas
Otomatisasi
ini bertujuan mengurangi kesalahan manusia dan meningkatkan efisiensi
operasional.
2. Rencana
SDM
Tiga
posisi kunci yang perlu direkrut:
- Manajer Operasional – mengelola
produksi dan logistik
- Digital Marketing Specialist –
meningkatkan brand awareness dan penjualan online
- Quality Control Staff – menjaga
konsistensi kualitas produk
1.3
Strategi Pasar & Pendanaan
1. Strategi
Ekspansi
Strategi
yang dipilih adalah Ekspansi Geografis, dengan fokus pada:
- Membuka cabang kecil (booth) di kota
penyangga Jakarta
- Memperluas distribusi melalui
marketplace nasional
- Menjalin kerja sama dengan coworking
space dan kampus
2. Rencana
Pendanaan
Kebutuhan
modal scale-up diperkirakan sebesar Rp300.000.000, dialokasikan untuk:
- Pembelian mesin roasting baru: Rp 120.000.000
- Rekrutmen & gaji awal SDM: Rp 90.000.000
- Pemasaran dan branding: Rp 60.000.000
- Cadangan kas operasional: Rp 30.000.000
3. Sumber
pendanaan berasal dari:
- 60% laba ditahan
- 40% pinjaman bank UMKM
1.4
Metrik Pertumbuhan (Growth Dashboard)
1. North
Star Metric
Jumlah
pelanggan aktif bulanan (Monthly Active Customers)
Target:
2.500 pelanggan/bulan dalam 12 bulan
2. Target
Unit Economics
- CAC (Customer Acquisition Cost):
Rp35.000
- LTV (Lifetime Value): Rp420.000 Rasio
LTV:CAC = 12:1 (sangat sehat untuk scale-up)
3. Burn
Rate & Runway
- Burn rate bulanan: Rp25.000.000
- Runway: ±12 bulan tanpa tambahan
pendanaan eksternal
Komentar
Posting Komentar