Tugas Terstruktur 12

 Nama: AripTeguhSuharto
 Kode bisnis: 004
 NIM: 41322010021


Tahap I: Analisis Masalah dan Ideasi (Minggu 1)

  1. Identifikasi Masalah dan Peluang

        Deskripsi Masalah

        Masalah: Limbah plastik rumah tangga yang tidak terkelola dengan baik di wilayah         DKI Jakarta, khususnya Jakarta Utara dan Jakarta Barat.

        Apa yang Terjadi: Volume sampah plastik sekali pakai (kantong plastik, botol,                kemasan makanan) di DKI Jakarta terus meningkat seiring dengan kepadatan                    penduduk dan aktivitas ekonomi yang tinggi, sementara tingkat pemilahan dan daur         ulang masih rendah. Sebagian besar sampah berakhir di TPA atau mencemari sungai         dan laut.

        Siapa yang Terdampak:
  • Masyarakat DKI Jakarta, khususnya warga di bantaran sungai dan kawasan padat penduduk (kesehatan dan kualitas lingkungan menurun)

  • Pemerintah daerah (biaya pengelolaan sampah tinggi)

  • Ekosistem sungai dan laut

  • Pelaku UMKM yang belum terlibat dalam ekonomi sirkular.

      Mengapa Ini Penting: Masalah sampah plastik di DKI Jakarta berdampak langsung pada                      lingkungan, kesehatan manusia, risiko banjir, dan keberlanjutan kota metropolitan. Jika tidak                  ditangani, akan meningkatkan emisi karbon, banjir, dan kerusakan ekosistem.

      Potensi Pasar/Kebutuhan
  • Kebutuhan akan produk ramah lingkungan sebagai alternatif plastik sekali pakai

  • Peluang ekonomi sirkular dari pengolahan sampah plastik

  • Meningkatnya kesadaran konsumen terhadap produk berkelanjutan

    2. Pengembangan Ide Solusi Berkelanjutan

Tabel komparasi Ide

Nama Ide

Solusi yang ditawarkan

Aspek Keberlanjutan Utama

Keunikan/ Nilai Jual

EcoPlast Brick

Mengolah sampah plastik menjadi bata ramah lingkungan untuk konstruksi ringan

Planet (lingkungan), Profit

Mengurangi plastik & menghasilkan bahan bangunan alternatif

RefillHub

 

 

Sistem stasiun isi ulang produk rumah tangga (sabun, deterjen)

Planet & People

Mengurangi kemasan plastik sekali pakai

Plastik Jadi Karya

Pelatihan dan produksi kerajinan dari limbah plastik oleh ibu rumah tangga

People & Profit

Pemberdayaan ekonomi komunitas lokal


Ide Terpilih: EcoPlast Brick

Justifikasi Pemilihan: EcoPlast Brick dipilih karena memiliki dampak lingkungan yang signifikan dalam mengurangi limbah plastik, memiliki potensi pasar yang luas di sektor konstruksi, serta dapat dikembangkan secara berkelanjutan dengan model bisnis yang jelas dan terukur.


Tahap II: Perumusan Model Bisnis dan Keberlanjutan (Minggu 2)

  1. Business Model Canvas (BMC)
  • Proposisi Nilai: Bata ramah lingkungan dari limbah plastik yang kuat, ringan, dan lebih murah dibandingkan bata konvensional, sekaligus membantu mengurangi pencemaran lingkungan.

  • Segmen Pelanggan:
    - Kontraktor bangunan skala kecil-menengah di wilayah DKI Jakarta
    - Pengembang perumahan dan renovasi rumah di Jakarta
    - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (proyek fasilitas umum dan rumah susun)

  • Saluran Distribusi: Penjualan langsung, kemitraan dengan toko material bangunan

  • Hubungan Pelanggan: Kontrak jangka panjang, layanan purna jual, edukasi produk

  • Sumber Pendapatan: Penjualan EcoPlast Brick

  • Sumber Daya Utama: Limbah plastik, mesin pencetak bata, tenaga kerja

  • Aktivitas Utama: Pengumpulan plastik, produksi bata, kontrol kualitas

  • Mitra Kunci: Bank Sampah DKI Jakarta, komunitas lingkungan Jakarta, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta

  • Struktur Biaya: Mesin produksi, operasional, distribusi, tenaga kerja

    2. Indikator Keberlanjutan
    Dampak Lingkungan (Planet)
  • Jumlah plastik yang diolah (kg/bulan)

  • Pengurangan sampah plastik ke TPA

    Dampak Sosial (People)
  • Jumlah tenaga kerja lokal yang direkrut

  • Jam pelatihan pengelolaan sampah

    Dampak Ekonomi (Profit/Governance)
  • Persentase keuntungan untuk pengembangan komunitas

  • Transparansi rantai pasok bahan baku

Tahap III: Analisis Kelayakan dan Rencana Aksi (Minggu 3)

  1. Analisis Pasar dan Kompetitor
    Ukuran Pasar dan Tren
    Pasar material bangunan ramah lingkungan di DKI Jakarta terus tumbuh                           seiring meningkatnya regulasi lingkungan, program pengurangan sampah, dan               kesadaran akan konsep green building.

    Analisis Kompetitor:
    * Bata Merah Konvensional
        - Kelebihan: Murah, mudah didapat
        - Kekurangan: Tidak ramah lingkungan

    * Batako Ringan
        - Kelebihan: Ringan dan praktis
        - Kekurangan: Harga relatif lebih tinggi

    Strategi Diferensiasi
    * Menggunakan limbah plastik sebagai bahan baku
    * Harga kompetitif dengan nilai lingkungan tinggi

    2. Proyeksi Keuangan Sederhana
    * Biaya Awal:
        - Mesin produksi: Rp50.000.000
        - Operasional awal: Rp20.000.000
    * Estimasi Harga Jual: Rp5.000/bata
    * Break-Even Point (perkiraan): ±14.000 bata atau ±6 bulan operasional

    3. Rencana Implementasi Awal (3–6 Bulan)

    Timeline
    * Bulan 1–2: Pengadaan mesin & uji coba produksi
    * Bulan 3: Produksi prototipe & sertifikasi sederhana
    * Bulan 4: Uji pasar & kerja sama mitra
    * Bulan 5–6: Produksi skala kecil & evaluasi dampak

    Pengukuran Dampak
    * Laporan bulanan pengolahan limbah plastik
    * Evaluasi sosial tenaga kerja dan komunitas

Tahap IV: Laporan Akhir 


“Perencanaan Usaha Berkelanjutan EcoPlast Brick sebagai Solusi Pengelolaan Limbah Plastik di DKI Jakarta”


Abstrak
Permasalahan limbah plastik merupakan isu lingkungan yang semakin kompleks di wilayah DKI Jakarta akibat tingginya kepadatan penduduk dan aktivitas ekonomi perkotaan. Rendahnya tingkat pemilahan dan daur ulang sampah plastik menyebabkan peningkatan pencemaran lingkungan serta risiko banjir dan gangguan kesehatan masyarakat. Laporan ini bertujuan untuk merancang perencanaan ide usaha berkelanjutan berbasis ekonomi sirkular melalui pengembangan produk EcoPlast Brick, yaitu bata ramah lingkungan yang memanfaatkan limbah plastik sebagai bahan baku utama. Metode yang digunakan meliputi analisis masalah dan peluang, pengembangan ide solusi, perumusan model bisnis menggunakan Business Model Canvas (BMC), analisis kelayakan pasar dan keuangan, serta penyusunan rencana implementasi awal. Hasil perencanaan menunjukkan bahwa EcoPlast Brick memiliki potensi pasar yang menjanjikan di sektor konstruksi perkotaan, sekaligus memberikan dampak positif terhadap pengurangan limbah plastik, pemberdayaan masyarakat, dan keberlanjutan ekonomi. Dengan integrasi aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi, EcoPlast Brick dinilai layak untuk dikembangkan sebagai usaha berkelanjutan yang mendukung upaya pengelolaan sampah dan pembangunan berkelanjutan di DKI Jakarta.

Pendahuluan
Latar belakang
    Permasalahan sampah plastik merupakan isu lingkungan yang semakin serius di wilayah DKI Jakarta. Tingginya kepadatan penduduk, aktivitas ekonomi, serta pola konsumsi masyarakat perkotaan menyebabkan peningkatan signifikan volume sampah plastik sekali pakai. Berdasarkan kondisi lapangan, sebagian besar sampah plastik belum terkelola secara optimal dan masih berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) atau mencemari sungai dan lingkungan sekitar.

Dampak dari permasalahan ini tidak hanya terbatas pada pencemaran lingkungan, tetapi juga meningkatkan risiko banjir, menurunkan kualitas kesehatan masyarakat, serta memperbesar beban pengelolaan sampah pemerintah daerah. Oleh karena itu, diperlukan solusi inovatif yang tidak hanya berorientasi pada pengurangan sampah, tetapi juga mampu menciptakan nilai ekonomi dan sosial secara berkelanjutan.

Tujuan Penyusunan Laporan

    Tujuan penyusunan laporan ini adalah untuk merancang sebuah ide bisnis berkelanjutan yang mampu menjawab permasalahan limbah plastik di DKI Jakarta melalui pendekatan ekonomi sirkular. Laporan ini juga bertujuan sebagai bentuk penerapan konsep kewirausahaan sosial dan berkelanjutan dalam konteks akademis.

Manfaat Kegiatan

Manfaat dari perencanaan usaha ini meliputi kontribusi terhadap pengurangan sampah plastik, pemberdayaan masyarakat lokal, serta pengembangan wawasan dan keterampilan mahasiswa dalam merancang model bisnis berkelanjutan.

Analisis Masalah dan Peluang
    Identifikasi Masalah

DKI Jakarta menghasilkan volume sampah plastik yang tinggi setiap harinya, terutama dari aktivitas rumah tangga dan sektor komersial. Rendahnya tingkat pemilahan sampah menyebabkan plastik yang masih bernilai ekonomis tidak dapat dimanfaatkan kembali secara optimal.

Pihak yang Terdampak

Pihak yang terdampak langsung meliputi masyarakat perkotaan, pemerintah daerah, serta lingkungan hidup. Masyarakat menghadapi risiko kesehatan dan banjir, sementara pemerintah menanggung biaya pengelolaan sampah yang besar.

Peluang Pasar

Permasalahan ini membuka peluang pasar bagi pengembangan produk ramah lingkungan, khususnya material bangunan alternatif yang berasal dari limbah plastik dan mendukung konsep pembangunan berkelanjutan.

Identifikasi Masalah

Uraian kondisi aktual sampah plastik di Jakarta dan dampaknya.

Pihak yang Terdampak

Masyarakat, pemerintah daerah, dan lingkungan.

Peluang Pasar

Kebutuhan material bangunan ramah lingkungan dan peluang ekonomi sirkular.

Ide Solusi dan Justifikasi Pemilihan
Alternatif Ide Solusi

    Berdasarkan hasil analisis permasalahan limbah plastik di DKI Jakarta, dikembangkan beberapa alternatif ide solusi bisnis berkelanjutan yang bertujuan untuk mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus menciptakan nilai ekonomi dan sosial. Alternatif ide pertama adalah EcoPlast Brick, yaitu usaha produksi bata ramah lingkungan yang memanfaatkan limbah plastik sebagai bahan baku utama. Ide ini berfokus pada pengurangan volume sampah plastik melalui pendekatan ekonomi sirkular serta penyediaan material bangunan alternatif bagi sektor konstruksi perkotaan. Alternatif ide kedua adalah RefillHub, berupa penyediaan stasiun isi ulang produk kebutuhan rumah tangga seperti sabun dan deterjen. Ide ini bertujuan untuk mengurangi penggunaan kemasan plastik sekali pakai dengan mendorong perubahan perilaku konsumsi masyarakat Jakarta agar lebih ramah lingkungan. Alternatif ide ketiga adalah Plastik Jadi Karya, yaitu usaha sosial yang berfokus pada pengolahan limbah plastik menjadi produk kerajinan melalui pemberdayaan masyarakat, khususnya ibu rumah tangga dan pemuda. Ide ini menitikberatkan pada aspek sosial dan peningkatan pendapatan kelompok masyarakat lokal.

Tabel Komparasi Ide

Perbandingan ide berdasarkan aspek solusi, keberlanjutan, dan nilai jual.

Nama IdeSolusi yang DitawarkanAspek KeberlanjutanNilai Jual Utama
EcoPlast BrickBata bangunan dari limbah plastikLingkungan & EkonomiMengurangi sampah plastik dan menghasilkan produk konstruksi bernilai jual
RefillHubStasiun isi ulang produk rumah tanggaLingkungan & SosialMengurangi kemasan plastik sekali pakai
Plastik Jadi KaryaKerajinan dari limbah plastikSosial & EkonomiPemberdayaan masyarakat dan produk kreatif bernilai lokal

Ide Terpilih: EcoPlast Brick
    Alasan pemilihan ide berdasarkan dampak, kelayakan, dan keberlanjutan. EcoPlast Brick dipilih sebagai ide bisnis utama karena memiliki potensi dampak lingkungan yang paling signifikan dalam mengurangi limbah plastik di DKI Jakarta. Dari sisi kelayakan pasar, kebutuhan material bangunan di wilayah perkotaan relatif stabil dan terus meningkat seiring dengan pembangunan dan renovasi infrastruktur. Selain itu, EcoPlast Brick memiliki keunggulan dari aspek keberlanjutan karena memanfaatkan limbah plastik sebagai bahan baku, memberdayakan tenaga kerja lokal, serta menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi jangka panjang. Integrasi aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi menjadikan EcoPlast Brick sebagai solusi yang layak dan berkelanjutan untuk dikembangkan.

Model Bisnis dan Integrasi Keberlanjutan

Business Model Canvas (BMC)
    EcoPlast Brick memiliki proposisi nilai berupa penyediaan bata ramah lingkungan yang kuat, ringan, dan kompetitif dari sisi harga, sekaligus berkontribusi pada pengurangan limbah plastik. Segmen pelanggan utama meliputi kontraktor bangunan skala kecil dan menengah, pengembang perumahan, serta pemerintah daerah di wilayah DKI Jakarta. Saluran distribusi dilakukan melalui penjualan langsung dan kerja sama dengan toko material bangunan. Hubungan dengan pelanggan dibangun melalui kontrak jangka menengah, layanan purna jual, serta edukasi terkait manfaat penggunaan material ramah lingkungan. Sumber pendapatan utama berasal dari penjualan EcoPlast Brick. Sumber daya utama meliputi limbah plastik, mesin produksi, dan tenaga kerja lokal. Aktivitas utama mencakup pengumpulan bahan baku, proses produksi, serta pengendalian kualitas. Mitra kunci terdiri dari bank sampah, komunitas lingkungan, dan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Struktur biaya meliputi investasi mesin, biaya operasional, distribusi, dan tenaga kerja.

Integrasi Keberlanjutan

  • Dampak Lingkungan (Planet)

          Usaha EcoPlast Brick berkontribusi pada pengurangan volume limbah plastik yang masuk ke                  tempat pembuangan akhir (TPA). Indikator utama yang digunakan adalah jumlah limbah plastik              yang diolah per bulan serta pengurangan potensi pencemaran lingkungan.
  • Dampak Sosial (People)

          Dari sisi sosial, EcoPlast Brick membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal serta                              memberikan pelatihan pengelolaan limbah dan produksi. Indikator sosial meliputi jumlah tenaga           kerja yang diberdayakan dan jam pelatihan yang diberikan.
  • Dampak Ekonomi dan Tata Kelola (Profit/Governance)

          Secara ekonomi, usaha ini menciptakan nilai tambah dari limbah plastik dan menghasilkan                      pendapatan yang berkelanjutan. Tata kelola usaha diterapkan melalui transparansi rantai pasok              serta alokasi sebagian keuntungan untuk pengembangan komunitas.

Analisis Kelayakan Usaha

Analisis Pasar dan Tren
    Pasar material bangunan ramah lingkungan di DKI Jakarta menunjukkan tren pertumbuhan seiring meningkatnya kesadaran terhadap pembangunan berkelanjutan dan penerapan konsep green building. Kebutuhan pembangunan dan renovasi bangunan perkotaan menjadi peluang pasar yang menjanjikan bagi EcoPlast Brick.
Analisis Kompetitor
    Kompetitor utama EcoPlast Brick adalah bata merah konvensional dan batako ringan. Bata merah memiliki harga relatif murah namun kurang ramah lingkungan, sedangkan batako ringan memiliki keunggulan dari sisi bobot tetapi relatif lebih mahal.

Strategi Diferensiasi
    Strategi diferensiasi EcoPlast Brick terletak pada pemanfaatan limbah plastik sebagai bahan baku, harga yang kompetitif, serta nilai tambah lingkungan yang tidak dimiliki produk konvensional. Keunggulan ini menjadi daya tarik utama bagi konsumen yang peduli terhadap isu keberlanjutan.

Proyeksi Keuangan Sederhana
    Biaya awal usaha meliputi investasi mesin produksi dan biaya operasional awal. Harga jual EcoPlast Brick ditetapkan kompetitif dengan produk sejenis. Titik impas (break-even point) diperkirakan dapat dicapai dalam waktu sekitar enam bulan operasional.

Rencana Implementasi dan Pengukuran Dampak

Rencana Implementasi 3–6 Bulan
    Pada bulan pertama hingga kedua dilakukan pengadaan mesin dan uji coba produksi. Bulan ketiga difokuskan pada produksi prototipe dan pengujian kualitas. Bulan keempat dilakukan uji pasar dan penjajakan kerja sama mitra. Bulan kelima hingga keenam dilakukan produksi skala kecil dan evaluasi.

Strategi Pemasaran Awal
    Strategi pemasaran dilakukan melalui pendekatan langsung kepada kontraktor dan pengembang, kerja sama dengan toko material bangunan, serta promosi berbasis edukasi lingkungan.

Mekanisme Pengukuran Dampak
    Pengukuran dampak dilakukan secara berkala melalui pencatatan jumlah limbah plastik yang diolah, jumlah tenaga kerja yang diberdayakan, serta evaluasi kinerja keuangan usaha.

Penutup

Kesimpulan
    Berdasarkan seluruh tahapan perencanaan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa permasalahan limbah plastik di DKI Jakarta memerlukan solusi inovatif yang tidak hanya berorientasi pada pengurangan pencemaran lingkungan, tetapi juga mampu menciptakan nilai ekonomi dan sosial secara berkelanjutan. Melalui analisis masalah dan peluang, pengembangan ide solusi, perumusan model bisnis, serta analisis kelayakan usaha, EcoPlast Brick dirancang sebagai usaha berkelanjutan berbasis ekonomi sirkular yang memanfaatkan limbah plastik sebagai bahan baku utama.

Hasil perencanaan menunjukkan bahwa EcoPlast Brick memiliki potensi pasar yang menjanjikan di sektor konstruksi perkotaan, didukung oleh tren peningkatan kesadaran terhadap pembangunan ramah lingkungan dan kebutuhan material bangunan alternatif. Dari aspek keberlanjutan, usaha ini memberikan kontribusi nyata terhadap pengurangan limbah plastik, pemberdayaan tenaga kerja lokal, serta penciptaan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Dengan demikian, EcoPlast Brick dinilai layak untuk dikembangkan sebagai usaha berkelanjutan yang mendukung upaya pengelolaan sampah dan pembangunan berkelanjutan di DKI Jakarta.

Rekomendasi
    Sebagai langkah pengembangan jangka menengah, disarankan agar EcoPlast Brick meningkatkan kapasitas produksi melalui optimalisasi teknologi dan perluasan kerja sama dengan bank sampah serta komunitas lingkungan di DKI Jakarta. Selain itu, upaya sertifikasi produk dan pengujian standar kualitas perlu dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan pasar, khususnya dalam sektor konstruksi formal. Untuk pengembangan jangka panjang, EcoPlast Brick dapat memperluas segmen pasar ke proyek-proyek pemerintah dan pembangunan infrastruktur berkelanjutan. Pengembangan inovasi produk, seperti variasi ukuran dan spesifikasi bata, juga dapat dilakukan untuk menjangkau kebutuhan pasar yang lebih luas. Di sisi keberlanjutan, disarankan agar usaha ini terus memperkuat sistem pengukuran dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi guna memastikan transparansi serta keberlanjutan usaha dalam jangka panjang.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kewirausahaan Adalah Mindset, Bukan Hanya Bisnis: Ini Penjelasannya

Tugas Terstruktur 06

Evaluasi Tugas Mandiri 4_Riview Tugas 01, 02, dan 03.